Kasih Sayang Guru

- 23.28

Kasih Sayang Guru

 
Kasih Sayang Guru - Hallo sahabat Guru Berita Sertifikasi Guru , Pada sharing Berita Kemenag di artikel ini yng berjudul Kasih Sayang Guru, saya sudah menyediakan tulisan atau artikel dari awal hingga akhir. semoga isi postingan Berita Kemenag yng saya tulis ini bisa kamu pahami. okelah, inilah Artikelnya.
Tulisan atau artikel : Kasih Sayang Guru
Link Tulisan atau artikel : Kasih Sayang Guru

lihat pula


Kasih Sayang Guru Kasih Sayang Guru Red: Damanhuri Zuhri  Seorang guru mengajar di depan siswanya Seorang guru mengajar di depan siswanya REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Asep Sapa'at
Bagi anak, pendidikan adalah hak. Bagi orang tua serta guru, pendidikan adalah kewajiban. Firman Allah SWT, “Hai orang-orang yng beriman, peliharalah dirimu serta keluargamu dari api neraka yng bahan bakarnya merupakan kita-kita serta batu.” (QS at-Tahrim[66]: 6).
Ali Ibnu Abu Thalib menjelaskan, tatacara bagi atau bisa juga dikatakan untuk melindungi diri serta keluarga merupakan yang dengannya mengajar serta mendidik anak-anak. Mendidik anak berguna memuliakan orang-orang. Menelantarkan anak berguna menjerumuskan diri serta keluarga ke dalam neraka.
Mendidik serta mengajar merupakan tugas orang tua serta guru menjdai pendidik. Kedua ikhtiar ini butuh kesabaran serta keikhlasan. Tatacaranya pun Perlu di lakukan yang dengannya penuh beri sayang. Bukan yang dengannya tatacara menghardik serta menghajar.
Lantaran, sikap kasar cenderung merusak pikiran serta jiwa anak-anak. Merawat anak-anak mesti yang dengannya rasa welas asih. Menghardik berbeda yang dengannya mendidik. Menghajar berbeda yang dengannya mengajar. Menghardik serta menghajar tidak mungkin terlaksana andai guru menjadikan rasa beri sayang menjdai tatacara paling baik mendidik anak-anak.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yng tak punya belas kasihan, niscaya tak akan dikasihani” (HR Bukhari). Guru Perlu mendidik yang dengannya beri sayang serta penuh perhatian.
Mendidik yang dengannya beri sayang mampu tampak melalui sikap hidup yng ditunjukkan guru kepada murid. Guru punya kewajiban sekalian etika dalam mendidik anak yang dengannya landasan beri sayang. Pertama, guru merupakan orang tua bagi murid-murid.
Sebenarnya aku bagi anda sekalian tiada lain hanyalah semisal orang tua kepada anaknya. Aku mengajari anda sekalian.” (Ibnu Majah melalui Abu Hurairah).
Kedua, guru menyadari anak adalah amanah titipan dari Allah SWT. Tidak ada istilah anak kandung serta anak tiri. Seluruh murid Perlu diperlakukan bak anak kandung. Guru bertanggung jawab penuh atas tatacara serta proses pendidikan murid di sekolah.
Imam Al Ghazali mengatakan, “Hak guru atas muridnya lebih agung dibanding hak orang tua terhadap anaknya. Orang tua Suka cuma menjadi penyebab adanya anak di alam fana serta guru menjadi penyebab hidupnya yng kekal.” Peran guru sungguh amat penting serta strategis bagi pendidikan anak di sekolah.
Ketiga, tatacara perhatian guru kepada murid yng proporsional. Guru tidak berlebihan dalam memberikan penghargaan serta hukuman. Jangan pelit namun pula tidak mengumbar kebanggaan. Jangan enggan serta ragu, namun pula tidak setiap era memberikan teguran.
Sikap baik ini membangun tatacara pandang guru yng tepat terhadap sosok anak pintar serta anak nakal. Anak pintar serta nakal mampu jadi sumber cobaan bagi guru. Anak pintar mampu menjebak guru jadi bersikap terlena serta terasa hebat.
Mendidik anak pintar menjadi sosok rendah hati pun bukan perkara gampang. Sebaliknya, anak nakal mampu meruntuhkan batas kesabaran guru. Tidak jarang guru yng tidak bisa atau mampu menguasai hawa nafsunya mampu menghardik, malah memukul anak.
Ibnu Khaldun pernah mengatakan, “Barang siapa yng menerapkan pendidikannya yang dengannya tatacara kasar serta pemaksaan terhadap orang-orang yng menuntut ilmu kepadanya, para budak, ataupun para pelayannya, maka orang yng dididik olehnya akan dikuasai oleh serbaketerpaksaan. Keterpaksaan akan membuat jiwanya terasa sempit serta susah bagi atau bisa juga dikatakan untuk memperoleh kelapangan.
Andai guru mempergunakan cara-cara kekerasan era mendidik anak, makna mendidik jadi kehilangan esensinya. Nilai-nilai kemanusiaan pada diri anak menjadi tergerus. Dampaknya akan membuahkan anak didik yng berjiwa lemah, labil emosinya, lemah tekad serta inisiatif, dan punya citra diri yng tidak baik.
Mendidik serta memberikan tuntunan adalah sebaik-baik hadiah paling indah bagi anak. Serta sebaik-baik tatacara mendidik anak merupakan proses yng didasari rasa beri sayang.
Lantaran itu berguna guru menyadari bahwasanya dirinya sedang memuliakan nilai-nilai kemanusiaan serta menjunjung tinggi nilai Ilahiah dalam mengajar serta mendidik anak.
Sumber : http://khazanah.republika.co.id

Demikianlah Tulisan atau artikel Kasih Sayang Guru

Sekian Berita Kemenag Kasih Sayang Guru, semoga mampu memberikan manfaat bagi atau bisa juga dikatakan untuk kamu seluruh. baiklah, sekian postingan Berita Kemenag di artikel ini.
Kamu sedang membaca tulisan atau artikel Kasih Sayang Guru serta tulisan atau artikel ini url permalinknya merupakan http://informasikemenag.blogspot.sg/2015/12/kasih-sayang-guru.html Mudah-mudahan tulisan atau artikel ini mampu memberikan manfaat.

Sumber Rujukan Dan Gambar : http://informasikemenag.blogspot.com/2015/12/kasih-sayang-guru.html

Seputar Kasih Sayang Guru

Advertisement

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Cari Artikel Selain Kasih Sayang Guru